♥ Lentera Qalbu ♥

Cermin Hati menuju Inspirasi


Bacalah dengan (menyebut) nama Tuhanmu Yang menciptakan,

Dia telah Menciptakan manusia dari segumpal darah.

Bacalah, dan Tuhanmulah Yang Paling Pemurah,

Yang mengajar (manusia) dengan perantaraan kalam.

Dia mengajarkan kepada manusia apa yang tidak diketahuinya.

Surat Al-Alaq : 1-4


Assalamu'alaikum WR WB...

"Iqra...kata pembuka dalam surat Al-Alaq"sebuah surat yang pertama diberikan kepada Nabi Muhamad SAW sebagai bukti bahwa perintah membaca sangatlah penting dan memiliki kedudukan utama dalan ajaran islam. Erat kaitannya antara membaca dan menulis, mustahil ada sebuah bacaan tanpa ada sebuah tulisan. Karya seseorang dalam sebuah tulisan memiliki peranan penting karena tulisan dapat memberikan sebuah paradigma dalam hidup seseorang, selain itu tulisan merupakan sarana mengekspresikan diri untuk menuangkan apa yang ada pada pikiran dan hati.

Saya sajikan goresan pena hasil buah dari pemikiran dan ungkapan hati, semoga bisa menginspirasi. goresan-goresan pena yang saya ukir tidaklah seindah goresan para sastrawan yang tetrkenal,namun ada sebuah ungkapan yang mengatakan "catatlah ilmu dengan tulisan" maka terinspirasi dengan ungkapan tersebut saya mencoba mengikat ilmu yang saya pahami melalui tulisan-tulisan yang saya goreskan. semoga bisa menginspirasi...selamat menikmati, semoga bisa menyentuh hati...^_^

Mitsaqan Ghaliza
Investasi Peradaban
Jasad Jiwa Saling Menyapa
Selepas Pergi
Skripsi Bukan Ayam Krispy
akhwat cengengesa vs ikwan tebar pesona
Malam yang Indah
Senja Rengganis
"Ya"
Cita-Cita
Lafadz Sakinah Bermula
Bapak Aku
Bermuara Di Tempat Yang Sama
Bersabarlah Dengan Penuh Keikhlasan
Enggan Menyapa Enggan Tersapa
Bunda Ia
Hati-hati Pada Hati
Jalan Kita
Kecupan Sayang Dinda
Mahar Kebeningan Hati
Melangkah
Pembangun Menara Bercahaya
Perempuan Tua Di Atas Sajadah Berwarna Merah Tua
Saat Melangkah Terpejamlah
Sayang Bapak Menghilang
Surat untuk Saudari Ku
Bercermin Dari Ibunda Hajar
Tersapa Hanya dengan Memejamkan Mata
Hangat Mendekap
Riak
Sepertiga Isi
Kicau
Tersadarkah
Ukhti Sayang
Pelipur Lara
Terkoyak
Ikatan Hingga Tujuan
Saatnay Bermain Kata-kata
Kecupan Sayang Dinda
Simpil Masa Lalu
Masa Penantian
Senja Ia
Kembali
Sebatang Lilin-Episode 1
Sebatang Lilin-Episode 2
Sebatang Lilin-Episode 3
Tekad Kami
Jenaka
Fase Ini

Di atas hanya sedikit buah karya goresan pena saya, semoga bisa menginspirasi anda....^_^

"Sesungguhnya awal pertama Allah ciptakan adalah pena. Kemudian Allah berfrman, "Tulislah!". Maka pena berkata "Apa yang aku tulis?". Allah berfirman, "Tulislah taqdir-taqdir segala sesuatu apa yang tela terjadi dan apa yang akan terjadi sampai akhir masa"" (Hadits riwayat Tirmidzi, Syaikh Al Albany menshahihkannya dalam Jami’at Tirmidzi no 2155)

Episode 3


Malam semakin larut, semilir angin berhembus, terasa menusuk hingga persendian. gelap sungguh di sini, di persimpanagan ini. tak ada siapapun...."Ya Rabbi jagalah hamba dari ketidak berdayaan hamba"...sejenak menghela nafas...lalu ku duduk di sebuah kursi dan kuangkat ke-2 kaki sambil ku peluk lutut, ya sekedar hanya untuk menghanyatkan badan. sambil ku duduk sesekali ku lihat kelangit nampak bertebaran bintang, berbagai rasi bintang ku lihat...terlihat rasi bintang Taurus tegap rasi itu berada di atas katulistiwa, pertanda bahwa bulan Mei saat ini. Bulan mei? Ya saat ini bulan mei. kurasa bukan bulan yang spesial bagi ku, ya sama saja seperti bulan-bulan yang dulu.

"Hmm, dingin sekali tak ada satupun benda yang bisa menghangatkan ku..."lalu ku melirik kanan-kiri mencari sesuatu yang mungkin bisa dijadikan alat untuk menghangatkan tubuh ku...
terhentak seberkas cahaya terpancar dari sudut kegelapan malam...dengan mencoba menenangkan diri ku amati siapa yang membawa seberkas cahaya itu, nampak sosok tubuhnya tinggi, dari perawakannya sepertinya ia laki-laki...

semakin lama semakin dekat cahaya itu menghampiri...sungguh semakin mendekat ia...ku hulurkan kaki lalu ku berdiri mengharap ke arah datangnya sosok itu...dalam hati bertanya "apa yang harus aku perbuat? Ya Rabbi bantu hamba-Mu. bagaimana jika ia seorang penjahat? tapi mudah-mudahan saja ia tidak seperti yang akau bayangkan"...

Terhentak aku, ia ia ia paras itu! paras yang pernah ku temui ia di sebuah telaga...saat ia salat di sekitar telaga dan ia terhanyut saat menyelamatkan sorbannya yang terjatuh ke dalam telaga. sosok nan bersahaja itu...

tersenyum ia menghampiri ku, bertanya dengan lisannya yang lembut " assalamu'alaikum...mengapa sendiri di sini? malam sudah larut tak baik jika seorang wanita duduk menyndiri..." seketika ku jawab" aku...aku tak bisa keperaduan ku, jalan menuju ke sana amatlah gelap, terpaksa ku duduk di sini menunggu hingga esok mentari bersinar lagi"...
"bagaimana jika ku antarkan saja samapai ke rumah mu...?"....tanya laki-laki itu. "Rumah ku amat jauh dari sini, jika kau mengantar ku maka sebatang lilin itu akan habis, dan kita berada pada kegelapan saat perjalanan, bisa jadi kita malah tersesat dan semakin jauh."...Lalu laki-laki itu terdiam sejenak lalu tersenyum dan berkata " Ya saya hanya punya satu batang lilin ini, jika aku anatarkan menuju peraduan mu tentulah kita sulit untuk sampai...baiklah saya akan menemani mu di sini sampai besok, saya khawatir jika terjadi sesuatu".

tercengang aku.."hah kenapa kau mau menemani ku...?" sambil menggigil bibir ku berkata. "sepertinya kau amat kedinginan, gunakanlah lilin ini untuk menghangatkan telapak tangan mu" lalu ia memberikan sebatang lilinnya sambil tersenyaum, terlihat sekali paras yang lembut nan bersahaja...sempat dulu terbersit dalam benak ku saat ku lihat ia di telaga itu...ia amat saleh, dan bersahaya serta penuh karisma. " bagaimana jika lilin ini habis? apa masih ada persediaan?...."tak ada, pakai saja tak apa"...malam semakin larut...terdengar ia terus membaca hafalan Qur'annya, suasana jadi terasa hangat....sungguh suaranya fasih saat melafadzkan setiap huruf-hurufnya...Hmmm malam yang cukup indah...

Angin semakin terasa dingin, bintang di langit tak namapak bertebaran lagi, terhalang oleh awan..."sepertinya akan hujan, kita cari tempat untuk melindungi diri dari hujan"..."lihat di bawah pohon rindang itu mungkin kita bisa berteduh...lalu ia jalan dulu, dan aku ikuti ia, tak berani akau mendekatinya, sungguh ia pun sama ..."
benarlah hujan turun....percikan air hujan yang menerobos batang, daun dan ranting2 di atas kepala telah membasahi kami....menggigil sungguh. kita tetap bertahan di sini, ia melantunkan kembali hafalan Qur'annya, hmm terasa lebih tenang dan menentramkan saat mendengarkan kalimah indah di lantunkan....

Sesekali ia terhenti dan tertunduk, mungkin ia sudah menagntuk, tapi terperanjat lagi dan langsung melirik ke arah ku dan berkata "maaf jika aku sesekali tertidur...saat akau tertidur maka bangunkanlah aku"...aku hanya tersenyum dan berkata "Insya Allah akan ku bangunkan, terjagalah selalu sampai esok mentari meronta"....tersenyum ia dan berkata..."ya aku akan terjaga menunggu mu tertidur"...dengan ketenangan aku merasa tenang dan ku coba pejamkan mata agar esok ku merasakan hangatnya udara dan indahnya cahaya....hanya bisa akau berkata..."terima kasih untuk semu, terima kasih untuk pengorbanannya..."....tak sedikitpun kata ia hanya tersenyum dan tertunduk...lalu membaca kembali hafalan Qurannya...menghela nafas ku...terasa lebih lega...ku peluk lutut ku lalu ku sandarkan kepala sambil memeluk lutut...pelahan mata ku tutp dan ku tertidur bersama iringan kalaimah indah penyejuk qalbu...


Bersambung...

Membina, membangun, mengokohkan, menyatukan hati manusia serta fikroh islam bukanlah hal yang mudah.Ibarat menanam sebuah pohon. pilihlah bibit berkualitas, tanamlah di tanah yang subur, yang terpenting adalah menyiram, merawat dan memupuknya tak pula lupa ikhlas saat menjalaninya...Inilah bibit unggul yang ada, di tanam dan dirawat, semoga kelak bisa menjulang tinggi batangnya, kokoh akarnya, lebat daunnya dan manis pula bauahnya, saat rindang maka siap untuk di jadikan tempat berteduh, terasa menyejukan,....



itulah sekedaf filosofi mengenai bercocok tanam dalam sebuah pembinaan tarbiyah, ya pendidikan merupakan investasi strategis untuk membangun sebuah peradaban.Ya peradaban islam menuju kejayaan kembali...Allahu Akbar!


Semarak kami menuju perubahan!
semerbak wangi kami membius peradaban, lihatlah dan saksikan generasi kami. mengukir prestasi dengan ilmu. kami di sini bersatu menuju peradaban islam yang gemilang...
saksikankami adalah GENERASI RABBANI....












SMP IT As-Syifa Boarding School Subang


Berdiri diantara hulu dan hilir, airnya tidak begitu jernih, pertanda tidak jauh dari sumbernya di hulu, terus mengalir tidak pernah putus dan tidak pernah kembali lagi. Keduanya ada karakter yg berbeda. Ke hulu jalannya sempit dan terus menyempit, menanjak dan terjal seolah tidak mungkin bisa dilewati. Namun airnya semakin jernih, ketinggiannya terkadang membuat kita tahu jalannya dan kemana akhirnya. Menuju hilir jalannya makin lama semakin melebar, menurun semakin tenang. Namun kini airnya semakin keruh bercampur dengan pasir dan tanah seolah lupa akan kejernihannya di hulu, berbenturan dengan batu, daun dan ranting, berbenturan dgn apa yg ada dihadapannya airnya terkadang sulit ditembus oleh sinar mentari. Menuju samudra lautan yg luas, air yang keruh kembali jernih namun harus bercampur dengan asinnya air laut, sesekali terhempas angin menerpa daratan tidak sedikit yang menjadi buih seolah tidak ada artinya. Semuanya memiliki keindahan, memiliki arti dan memiliki hikmah. Azzam

"♥ Assalamu'alaikum...selamat datang di blog sederhana ini. semoga setiap rangkaian kata-kata bisa menginspirasi & memberi motivasi hingga menjadikan lentera penerang dalam hati...♥"

♥..Inilah Aku..♥

Foto Saya
Tuti R.Lestari
"Seorang hamba Allah yang senantiasa berusaha menjalankan titah-titah Rabbnya... Semoga setiap goresan pena dapat memberikan inspirasi dan Motivasi..."
Lihat profil lengkapku

Blog Archive

:::: Translet ::::

English French German Spain Italian Dutch

Russian Brazil Japanese Korean Arabic Chinese Simplified
Translate Widget by Google
Ada kesalahan di dalam gadget ini

Entri Populer

Follow

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...