♥ Lentera Qalbu ♥

Cermin Hati menuju Inspirasi


IKATAN HINGGA TUJUAN

Ikatan…

Yang Membelenggu…

Ingatan…


Ingatan…

Memperdaya…

Angan-angan…


Angan-anagan…

Membuahkan…

Harapan…


Harapan…

Menjadikan…

Keinginan…


Keinginan…

Mendampingi …

Tujuan….


Tujuan membuktikan akhiran, berakhirlah kita pada ketakwaan…!!! maka IKATAN terhadap ANGAN-ANAGAN yang ada pada INGATAN akan menjadi HARAPAN yang menumbuhkan KEINGINAN menjadikan Allah sebagai TUJUAN….

Keep Istiqamah!!!! ^_-

oleh: Tuti Rina Lestari



Seberkas cahaya menerobos celah-celah pepohonan yang rindang. Lihatlah pohon itu berada di sekitar sebuah danau…terasa tentram jika ada disana. Terlihat seorang sosok pria berbaju putih duduk sambil bersandar di bawah pohon yang amat rindang.

Sesekali ia membuka mushaf yang dibawanya…tak terasa air matanya mulai menetes saat membaca surat cinta dari Rabbnya…tersedu ia sambil membaca kalimah demi kalimah tentang hakikat kehidupan di dunia yang sesungguhnya.

Betapa halus dan lembut hatinya. “Duhai pemilik hati, tetapkan aku pada perkara yang membuat ku semakin dekat pada-Mu. Sungguh aku tak berdaya saat jiwa meronta mengharapkan kebahagiaan di dunia.”

Lalu berjalanlah ia menelusuri danau di sekitarnya…ia melihat sebuah rakit yang amat sederhana, lalu dalam hatinya berkata …”mungkin rakit itu bisa mengantarkan aku untuk menelusuri dan merasakan keindahan danau ini, serta mampu mengantarkan aku ketempat yang baru”. lalu ia hampiri rakit yang bersandar di tepi danau itu…perlahan pasti, ia mulai menaiki rakit itu,

Sorban putih yang ia kenakan tak terasa terjatuh, seketika ia mencoba mengambilnya. Meronta-ronta ia berusaha mengambil sorban kesayangan yang selalu ia kenakan saat bertemu Terkasihnya “Allah Swt.” Namun Allah berkehendak lain, sorbanya tenggelam menuju dasar danau…tertunduklah ia melihat sorbannya yang telah hanyut. Tak disadari parasnya terlihat di atas jernihnya permukaan danau itu…dalam hatinya bertanya “siapakah aku?”…

Ia tak tau bahwa ikatan pada rakit itu amatlah rapuh…

Tak ia sadari pijakannya tidaklah kokoh, ikatan pada rakit yang ia naiki perlahan terlerai. Cemas hatinya, bimbang jiwanya, tak tau apa yang harus ia perbuat. Saat itu hanya kepasrahan, keridhoan mengalir deras pada hatinya…”Duhai Allah, Engkaulah yang telah mencatatkan skenario ini dalam Lauh Mahfuz…saat tintanya telah mengering, aku tak berdaya, tak mampu berbuat apa-apa…inilah ujian bagaiku, namun sebesar apapun ujian dari-Mu maka kuatkanlah aku…”

Seketikan ia mulai meronta, tenggelamlah seluruh tubuhnya, lalu pria itu berenang menuju tepian danau, …

Sesampainya di tepi danau pastilah ia basah kuyup dan merasa kedinginan…mengigil tubuhnya…lalu bergegaslah ia kembali menuju peraduan tempatnya bernaungnya…di temani mushaf yang telah terbasahi…


“Bersabarlah dengan Penuh Keihklasan…

oleh: Tuti Rina Lestari



Keheningan Malam yang membuat mata terbelalak serta dinginnya malam yang membuat sendi-sendi menjadi membeku. Surut hingga mengerut seponggah jiwa cucu adam dan hawa. Terhamparlah sajdah berwarna merah tua, yang ditemani seorang perawan tua. Andai tak ada ketaatan pada Rabbnya, mungkin sudah usang atau lenyap sajadah merah tua itu,
Perhatikan sejenak…Dan dengarkah bisik bait-bait do’a selepas salat tahajudnya, Ada kata, ada do’a, ada pula ketaatan pada Sang Pencipta…

Duhai cucu adam dan hawa jangan terpedaya oleh dunia, kelak kau kekal di neraka jika kau tak taat pada-Nya…

Duhai cucu adam dan hawa taatlah pada-Nya, kelak kau akan berada di Syurga-Nya…
Jiwa perawan tua itu merana, jiwa perawan tua itu terpedaya oleh dunia,

Hitam legam imannya,

Hai cucu adam dan hawa…tak ada kata cinta bagi seorang perawan tua yang tak pernah memiliki rasa yukur pada Rabb-Nya. Bukan karena ia tak sepadan dengan kaum adam, bukan pula karena kaum adam yang tak peduli padanya,

Wahai perawan tua jiwa mu kini hampa, wahai perawan tua jangan kau hiraukan cinta manusia… karena tabirnya amat fana, fana cinta manusia membuat mu telah terpedaya…
Sejenak bersujudlah perawan tua di atas sajadah merah tuanya…tetesan airmata menjadi saksi bahwa ia kini mengerti jiwanya terpedaya, jiwanya terlena dan jiwanya meronta karena cinta dunia…

Seketika setelah pengakuan ketidak berdayaan ia pada Rabbnya…serentak hatinya menggenggam serpihan keimanan, jeruji-jeruji keyakinan pada Rabb-nya membuat perawan tua itu terpenjara dalam dekapan keyakinan pada Rabbnya…indah Taubatan nasuha sebagai persinggahan terakhir disepertiga malam di akhir kejahiliahannya…rantai ke iman telah membelengunya dan menyeretnya kepada keyakinan tiada tara…

"♥ Assalamu'alaikum...selamat datang di blog sederhana ini. semoga setiap rangkaian kata-kata bisa menginspirasi & memberi motivasi hingga menjadikan lentera penerang dalam hati...♥"

♥..Inilah Aku..♥

Foto Saya
Tuti R.Lestari
"Seorang hamba Allah yang senantiasa berusaha menjalankan titah-titah Rabbnya... Semoga setiap goresan pena dapat memberikan inspirasi dan Motivasi..."
Lihat profil lengkapku

Blog Archive

:::: Translet ::::

English French German Spain Italian Dutch

Russian Brazil Japanese Korean Arabic Chinese Simplified
Translate Widget by Google
Ada kesalahan di dalam gadget ini

Entri Populer

Follow

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...