♥ Lentera Qalbu ♥

Cermin Hati menuju Inspirasi

Heningnya sunyi suasana ketika lafadz sakinah akan bermula, apa yang harus diterjemahkan dari tangisan seorang ibunda…

Bunda berkata: “puteri ku wanita yang akan ku amanahkan pada mu. Nafkahilah ia, curah limpahkanlah kasih tercinta melebihi dari yang ku berikan kepadanya. Dulu isaknya bersandar di bahu ku namun tangisannya kini ku serahkan pada mu, ia sebuah permata yang ku miliki…kini ia bukan milik ku, karena fitrahnya ia butuhkan mu. Jadikanlah ia wanita surga mengerti benar akan maharnya…bukan hanya bermakna pada sebuah ikatan kuat tapi indah pula pada maksudnya…”

Tertunduk dan perlahan berlinang air mata , lalu menatap ibunda: “Ku akan ingat apa pesan mu, putri mu kini amanah ku, iringilah dengan do’a mu agar kami bahagia karena berada dalam ridho mu…ku jadikan putri mu pendamping hidup ku, ku usap isak tangisnya saat bersandar di bahu ku. Do’akan kami senantiasa Allah menaungi setiap perjalanan menuju keindahan surga,bersama puteri mu yang menjadi pendamping hidup ku…”

“kini puteri ku melangkah bersama mu, naungilah ia dalam iman & ilmu, sandarkanlah ia dalam kecintaan pada Rabb yang mengusap halus kasih antara puteri ku berserta mu…luruskanlah setiap lisan, hati dan jalan hidup yang akan dilalui bersama mu…Ku sertakan do’a pengiring, bukan harta namun hanya sedikit ilmu dan petuah menuntun langkah…”

Naungan kecintaan Rabb bersama kasih antara manusia yang terbelai kasih oleh fitrahnya. Pelupuk mata berlinag, hati tertunduk akan kodratnya, Allah telah ukir dengan pena-Nya. Menghentak akan takdir yang terukir, mencoba melerai tak menjadikan cerai, berusaha berpadu tak menjadikan bersatu…hakikatnya Allah yang berkehendak, maka melakahlah dengan iman serta ilmu maka akan berpadu memaknai sebuh sirat takdir yang terukir.

As Syifa 28 Juni 2011

cita2: "ingin mati sahid"
cita2: "ingin menjadi tentara di palestina"

itulah cita2 yang diutarakan dari ke-2 siswa kelas 7 d smp it as syifa. dari 8 kelas hanya ada 2 siswa yang menyatakan dengan lantang "aku ingin sahid dan menjadi tentara di palestina", makin terpukaunya saat ke-2nya mengungkapkan bahwa berasal dari negara tetangga kita...ya negara Malaysia, dari seluruh kelas 7 saya tanya satu persatu siswa ingin menjadi apa, hanya ke-2 siswa tersebut yang membuat saya terpukau, ...selebihnya siswa mengungkapkan ada yang ingin menjadi dokter umum, spesialis bedah tulang, spesialis tumor, menjadi guru besar, dosen, guru, pilot, arsitek, astronot, pengusaha, penulis, ada pula siswa yang ingin menjadi pengusaha tempe di Arab....! what? "tempe di arab harganya mahal bun"..."hmmm....wow mahal? sippp nanti buka cabang di sana setelah lulus dari as-syifa sambil sekolah sma di sana, ok!..." ok"...seluruh siswa seketika sorak di kelas...^_^, suasana kelas menjadi hangat.

sungguh lain kepala lain kemauan, lain pula pola pikir...ada yang ingin jadi konglomerat, ada pula yang hidupnya semata-mata hanya untuk meraih surga Allah.sunguh jika kita bertanya? mau apa kita? mau jadi apa kita? mau seperti apa kita?maka tak perlu pertanyaan tersebut ada untuk kita pertanyakan pada diri kita!namun tanyakan pada diri kita "aku harus menjadi apa sesuai dengan apa yang Allah inginkan pada diri kita?"

"♥ Assalamu'alaikum...selamat datang di blog sederhana ini. semoga setiap rangkaian kata-kata bisa menginspirasi & memberi motivasi hingga menjadikan lentera penerang dalam hati...♥"

♥..Inilah Aku..♥

Foto Saya
Tuti R.Lestari
"Seorang hamba Allah yang senantiasa berusaha menjalankan titah-titah Rabbnya... Semoga setiap goresan pena dapat memberikan inspirasi dan Motivasi..."
Lihat profil lengkapku

Blog Archive

:::: Translet ::::

English French German Spain Italian Dutch

Russian Brazil Japanese Korean Arabic Chinese Simplified
Translate Widget by Google

Entri Populer

Follow

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...